HOME

Thursday, 14 December 2017

Festival Gunung Daik & Tamadun Melayu 2017


Minggu, 19 November 2017, Daik Lingga, Kepulauan Riau. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI sukseskan event Festival Gunung Daik yang diusung Pemerintah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lingga ke-14, tanggal 20 November 2017.

Pesertanya tidak hanya dari Nusantara, tapi juga dari Malaysia, Singapura, Thailand, Myanmar dan Denmark.
Ada juga Tamadun Melayu Antar Bangsa yang merupakan kegiatan bersepeda keliling Lingga. Festival ini digelar pada 17-26 November 2017.

Acara yang dikemas dalam bentuk pendakian Gunung Daik yang disejalankan dengan kegiatan Tamadun Melayu Antar Bangsa itu, dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.
"Begitu masyhurnya Gunung Daik sampai-sampai gunung unik yang bercabang tiga pada puncaknya ini diabadikan ke dalam syair lagu dan berbagai madah pantun," ujarnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Gunung Daik tak hanya menantang untuk didaki, tapi juga menawarkan pemandangan yang indah. Utamanya saat puncaknya masih diselimuti kabut putih atau saat cuaca sedang benar-benar cerah.



"Lingga juga punya terumbu karang di Senayang yang tak kalah dengan Bunaken. Kita juga punya belasan air terjun yang bersumber dari pegunungan juga punya permandian air panas yang belum banyak diketahui wisatawan. Silakan datang ke Festival Gunung Daik dan nikmati destinasi wisatanya," ajaknya.

Ia yakin wiasatawan yang datang ke festival ini tidak akan menyesal. Sebab, destinasi wisatanya sangat indah dan aamnya masih natural. Ditambah Lingga dikelilingi berbagai jenis pohon langka serta herbal yang menjadi penyumbang oksigen dunia.

Lingga merupakan salah satu kabupaten di Kepri yang mempunnyai keindahan alam luar biasa. Dengan Gunung Daik bercabang tiga di kelilingi hamparan hijau hutan dan birunya lautan.

Membuat Lingga nampak bagai taman wisata yang masih begitu alami. Keindahan alam di Lingga baik laut mapun daratannya memang luar biasa mempesona. Karena masih begitu natural dan belum terpengaruh oleh peradaban zaman.

Lingga terkenal dengan ratusan pulau-pulau yang berada di sepanjang pesisirnya. Ini membuat yang datang akan takjub dengan berbagai pesona pemandangan pantai dan pesona dalam lautnya.

Potensi pariwisata Lingga terbilang besar. Kabupaten bergelar Bunda Tanah Melayu itu memiliki banyak peninggalan sejarah dan alam yang indah.
Salah satunya, Gunung Daik yang telah melegenda dan dikenal luas dalam sajak-sajak dan pantun melayu klasik.

Terdapat juga wisata lain seperti Air Terjun Resun, Pantai-pantai yang indah dan masih asri serta penduduk yang kental dengan budaya melayu. Tidak hanya alamnya yang natural, Lingga juga memiliki kekayaan alam, subur, dan berbagai jenis pohon langka Serta tumbuhan herbal yang menjadi penyumbang oksigen dunia.

Selain itu, Lingga juga memiliki sejarah yang panjang dan pernah menjadi pusat Kerajaan, yaitu Kerajaan Lingga. Banyak kebudayaan yang lahir dan masih dipertahankan orang-orang melayu di Daik.

Potensi inilah yang kemudian menjadi bahan pemikiran pemkab Lingga menangkap gagasan Datok Rida K Liamsi, untuk menggelar event yang diberi nama ‘Festival Gunung Daik’ 2017 .




No comments:

Post a Comment