HOME

Thursday, 22 March 2018

Menerjang Hiruk Pikuk Ibu Kota Demi Sang Idola Pelantun Lagu Gajah



Rometraveloften.com, Jakarta - Suara merdumu mengisi relung hatiku, setiap lirik lagumu sudah tertanam permanen di dalam otakku. Tak pernah kudengar suara fals keluar dari mulutmu. Kau yang begitu ku puja, mendengarmu bernyanyi di depan mata adalah impianku. Ku langkahkan kaki menerjang hiruk pikuk ibukota demi menemuimu.

Idola yang ku maksud itu adalah Tulus. Penyanyi bersuara emas yang memiliki nama lengkap Muhammad Tulus Rusydi. Lagu berjudul "Gajah" adalah lagu pertama yang mencuri hatiku. 


Pict from www.situstulus.com
Mengawali karir pada tahun 2011, Tulus kini menjadi salah satu penyanyi solo pria yang paling dinanti. Bersuara lembut dengan lagu-lagu yang manis menjadikan Tulus layak untuk dijadikan sebagai penyanyi idola.

Beberapa alasan kenapa Tulus layak dijadikan idola.

1. Lirik serta judul yang unik
Setidaknya punya tujuh puluh tahun
Tak bisa melompat kumahir berenang
Bahagia melihat kawan yang berenang
Berkumpul bersama sampai ajal
Besar dan berani berperi sendiri
Otak ini cerdas kurakit bernafas
Wajahmu tak akan pernah kulupa

Sepenggal lirik lagu yang diambil dari lagu gajah diatas menunjukkan betapa unik dan kreatifnya Tulus dalam meramu sebuah lagu walaupun kadang aku tak paham maknanya.  Tak hanya lirik, judul lagunya pun unik-unik. Mulai dari Sepatu, Sewindu, Diorama, Jangan Cintai Aku Apa Adanya, Bumerang dan lain-lain. Hal tersebut menjadikan kita sebagai penikmat musik atau fans dari Tulus (Teman Tulus) sangat mudah untuk mengingat lagu-lagu Tulus. Dengan musik yang easy listening menjadikan lagu-lagu Tulus enak untuk didengar. 

2. Lagu-lagu Tulus Cocok di Semua Suasana

Lagi jatuh cinta? Ada “Teman Hidup” dan “Jatuh Cinta”nya Tulus yang sangat manis untuk didengar. Bahkan lagu Teman Hidup yang sebenarnya diciptakan untuk ibu dan kakak perempuannya itu sering digunakan untuk melamar. Duh kok aku nulis ngelamar-ngelamar sih, baper sendiri :(

Lagu patah hati juga ada seperti sewindu. Lalu ada kritikan tentang hubungan untuk tidak mencintai apa adanya, memberi masukan positif agar pasangan bisa berkembang juga menjadi salah satu lagu andalan Tulus yaitu “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”.

Gak hanya soal lagu cinta, Tulus juga menciptakan lagu penyemangat yang berjudul “Lagu Untuk Matahari”. Liriknya mengajarkan kita untuk selalu mengerjakan dan mengejar mimpi kita, jangan mendegarkan orang yang mencibir. Selain itu masih banyak lagi lagu dari Tulus yang bisa menjadi soundtarck in every situation kamu.

Dan yang paling aku suka adalah yang berjudul "Ruang sendiri". Lagu yang bermakna tentang ruang dasar yang dibutuhkan manusia. Entah dalam hubungan percintaan atau persahabatan, manusia butuh jarak dan waktu untuk sendiri agar dapat mengerti makna kerinduan dan dapat memahami arti kesepian.

Dari lagu itu pernah aku coba ke mall menikmati nyamannya berjalan sendiri, nonton bioskop sendiri. Oh my god, itu pertama kali nonton bioskop sendirian, ternyata asyik gak ada yang ganggu, dan menuntut untuk menurunkan ego saat sedang bersama seseorang. Melakukan apa pun tanpa harus bertanya pendapat orang lain dulu.
3. Berkarir Dibawah Label Sendiri
Diawal karirnya siapa yang menyangka bahwa Tulus mengalami banyak penolakan oleh produser-produser musik. Dengan ketekunan dan pantang menyerah, Tulus memutuskan untuk merilis albumnya sendiri. Tulus membuat perusahaan rekaman sendiri  yaitu Tulus Record.

4. Mengadakan Konser Tunggal

Pict from www.situstulus.com saat konser Album "Gajah"
Dimulai dengan konser ‘Tulus: An Introduction’ di Bandung tahun 2011, ‘Tulus: Beyond Sincere’ di Jakarta tahun 2012, konser ‘Diorama’ di Bandung tahun 2013 dan konser ‘Gajah’ pada tahun 2014 yang digelar di 3 kota yaitu Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. 

Selain itu Tulus pernah terpilih menjadi salah satu pengisi acara pada Sound of Indonesia 2013 di Friedrich-Ebert-Halle, Hamburg, Jerman dan menyanyikan beberapa lagu dari albumnya serta meng-cover lagu Bengawan Solo dan juga Satu yang Tak Bisa Lepas dari penyanyi Reza Artamevia lalu ada World Music Festival di Hamamatsu-Jepang. Gala Cultural Night di Warwick Arts Centre, Inggris Raya. Live at Social Hall – The Regency San Francisco, Amerika. Soundsekerta 2015, Melbourne. Membanggakan banget deh idolaku ini.

5. Memenangkan Beberapa Penghargaan Musik Bergengsi




Tulus Membawa Pulang 5 Piala AMI 2015
Pict from www.hipwee.com
Muda, berbakat dan berprestasi adalah 3 hal yang layak disandang oleh penyanyi yang juga merupakan lulusan Arsitekur Universitas Katolik Parahyangan, Bandung ini. Berkarir di Industri musik Indonesia yang kurang lebih baru 4 tahun, Tulus telah mencapai kusuksesannya dengan memnangkan beberapa penghargaan musik bergengsi di Indonesia dan luar negeri. 

Di akhir tahun 2015 Tulus masuk 6 nominasi sekaligus di Anugerah Musik Indonesia, mulai dari kategori Artis Solo Pria Pop Terbaik hingga Album Terbaik dan 5 diantaranya ia berhasil menang mengalahkan beberapa penyanyi terkenal seperti Afgan dan Judika. Tak hanya di AMI, Tulus juga pernah memenangkan Rookie of The Year dalam majalah Rolling Stone Indonesia di tahun 2013. 

Di tahun 2014, Tulus pernah masuk 4 nominasi di HAI Magazine dan berhasil membawa pulang 4 piala dalam nominasi tersebut. Tak hanya di Indonesia, pada tahun 2014 dan 2015 Tulus masuk nominasi dalam Anugerah Planet Muzik 2015 yang digelar di Singapura dan  berhasil memenangkan nominasi Artis Lelaki Baru Terbaik tahun 2014 dan The Best Collaboration 2015.

6. Meluncurkan Single "Kutsu" di Negeri Sakura

Single
Pict from www.hipwee.com
Oktober 2015 Tulus melucurkan single Sepatu dalam bahasa Jepang di Negeri Sakura. Berjudul ‘Kutsu’ yang dalam bahasa Indonesia juga berarti Sepatu, Tulus dibantu oleh Hiroaki Kato, seniman asal Jepang yang tinggal di Indonesia dan pernah berkolaborasi dengan Tulus dalam konser Gajah tahun 2014 lalu. 

Menerjang Ibu Kota Demi Sang Pujaan


Tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten
Berawal dari rasa penasaran hingga nekat ke Jakarta untuk bertemu sang idola. Kebayangkan idola aja ku perjuangkan seperti ini, gemana kamu hai prince in my dream

Dari Batam aku naik pesawat melalui Bandara Internasional hang Nadim Menuju Bandara Internasional Soekarno Hatta. Kemudian aku dijemput oleh teman yang tinggal di daerah Tangerang. Aku menginap 1 hari 1 malam kemudian melanjutkan perjalananku menuju Jakarta, tepatnya ke Hotel Sofyan Betawi di daerah Cut Meutia menggunakan transportasi Kereta.

Naik Kereta Dari Tangerang ke Cut Meutia
Rutenya cukup mudah dengan berkendara ke Stasiun lalu ikuti rute di bawah. Dengan kemudahan akses membeli tiket dari Tokopedia, aku sudah dari jauh hari pesan melalui smartphone. Bahkan Tiket kereta api lebaran 2018 sudah aman di tanganku. Hahaha

Rute dari Tangerang ke Cut Meutia (tempatku menginap).
  • Dari Tangerang, Banten ke stasiun terdekat (Stasiun Batu Ceper).
  • Di stasiun lalu beli tiket untuk ke Stasiun Gondangdia.
  • Naik Kereta KRL Commuter Line arah Duri.
  • Turun di Stasiun Duri.
  • Transit. Pindah jalur.
  • Lanjut naik Kereta KRL Commuter Line arah Depok atau Bogor atau Nambo atau Manggarai.
  • Turun di Stasiun Manggarai.
  • Transit. Pindah jalur.
  • Lanjut naik Kereta KRL Commuter Line arah Jakarta Kota.
  • Turun di Stasiun Gondangdia.
Setelah sampai di Stasiun Gondangdia aku cukup berjalan sekitas 5-10 menit untuk sampai ke Hotel Sofyan Betawi. Deketkan ya guys, mana tiket keretanya murah banget.

Baca juga :  3D2N di Sofyan Hotel Betawi Jakarta - Hotel Nyaman dengan Label Halal



Tiba di Hotel Sofyan Betawi, Cut Meutia, Jakarta

Perjalanan mencari Tulus pun dimulai, aku mengecek jadwal pertunjukan langsung sang idola. Tulus berkesempatan bernyanyi di panggung Java Jazz Festival 2017 di JIExpo, Jakarta. 

Kemudian aku pun datang dan mencari tahu tempat membeli tiket tersebut. Dengan semangat membara aku bergegas dan tak segan bertanya kepada orang-orang. "Mbak mbak saya mau beli tiket untuk nonton Tulus, dimana ya?". Lalu wanita muda sekitar 25 tahun itu pun menjawab "yah mbak saya aja ini nongkrong di sini karna gak kebagian tiket, jadi nonton dari luar pager gini"

Jleb jleb jleb huaaaaaaaaa, tangisku seketika pecah tak tertahankan. Ku renungi perjalananku dari tempat asalku menuju Ibu Kota yang menurutku terlalu sesak untuk menjadi tinggal. Akhirnya ku ikhlaskan dengan menonton di luar pagar hingga Tulus yang berbadan besar tersebut terlihat sangat kecil bak Kota Batam di Peta Dunia, hanya titik.

Ku habiskan waktuku di Jakarta untuk mengingat kepahitan gagal menemui idolaku. Ku balas dengan jalan-jalan ke tempat wisata dan belanja di sana agar tidak begitu menyesal saat pulang.

Tak Bertemu di Ibu Kota, Tulus Menenangkan Hati dengan Menggelar Konser di Kota Asalku

Aku pulang ke Batam dan berusaha melupakan kejadian pahit saat itu hingga satu ketika mendapat informasi dari kawan bahwa Tulus akan konser di Batam. Tak ingin melakukan kesalahan yang sama dari jauh hari aku sudah sibuk mencari tiket untuk dapat menonton idolaku tersebut. Aku pun kemudian disarankan oleh teman untuk membeli Tiket masuk konser di Tokopedia.


Tiket dan Band untuk Masuk Konser Tulus
Alhamdulillah tiba saatnya untuk menonton konser Tulus. Benar, ini nyata. Tak peduli berapa harga yang harus kubayar untuk memuaskan hati bertemu sang idola bersuara emas tersebut. Konser pun dimulai jam 17:00 wib yang mengambil lokasi di Harmoni One Convention Hotel & Service Apartments Batam‎

Takut hal-hal tidak terduga seperti di Jakarta terjadi lagi, aku pun memesan salah satu kamar di hotel tersebut untuk dapat tepat waktu dan tidak cemas untuk pulang ke rumah karena konser akan berlangsung hingga tengah malam.

Nungguin Konser Bang Tulus di Harmoni One Convention Hotel & Service Apartments Batam‎
Tangisku pecah lagi. Bukan karena sedih namun sebaliknya. Aku sangat senang hingga tak bisa berkata apa-apa malah meneteskan air mata. Idolaku, pujaanku, akhirnya aku bisa bertemu dan dinyanyikan di depan mataku. Bahkan saat kuulurkan tanganku, ia menggapai tanganku hingga tak kuasa aku berteriak kegirangan sambil menyanyikan lantunan lagu indahnya.



Tak berhenti mulutku menyanyikan semua lagu yang ia bawakan, lagunya sudah hapal diluar kepalaku. Hingga 10 lagu pun selesai dinyanyikan. Pamit menjadi lagu penutup yang sangat cocok untuk dinyanyikan diakhir acara, bahkan mengguncang jiwa karena sadar bahwa detik-detik berpisah mulai dihitung mundur.

Terima kasih atas persembahan indah yang kau berikan Tulus. Selalu berdoa yang terbaik untuk karir dan hidupmu. Dari aku sang penggemar yang akan selalu mengidolakanmu dan karya-karyamu hingga akhir hayatku.


16 comments:

  1. Aku jg ngfans sama tulus, lagu2'y ngena bgt.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suaranya benar2 merdu kak aslinya, terhanyut denger suaranya

      Delete
  2. wah, asik banget kak. aku juga suka sama lagu lagunya tulus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya lagu-lagunya menyentuh hati bang

      Delete
  3. Aku malah gak tau tulus beserta lagu lagunya..hahahhah kudet banget ya saya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. dengerin kak enak-enak, easy listening

      Delete
  4. Yang itu Tulus, yang ini Ikhlas lilahi ta'ala...

    ReplyDelete
  5. Lagu Tulus yang aku dengar pertama kali adalah Sepatu dan langsung suka. Suaranya asik didengar, musiknya juga easy listening.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak lagunya enak-enak, menenangkan hati

      Delete
  6. wah dedek ini penggemar tulus toh, abg juga suka dek lagu2nya enak enak sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah sama-sama teman tulus ternyata hihi

      Delete
  7. Tulus, aku suka lagu gajah....untuk yang lain aku suka juga sih. Tapi..aku sudah punya band Favorit. Namun, kalo dikasih tiket konser gratisnya Tulus, aku nggak akan nolak kok. Heheeee....

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha lagunya enak-enak kak. siapa aja bakal mau ya kalo dikasih tiket konser gratis. hehe

      Delete